SOLOPOS.COM - Ahmad Mufid Aryono (Istimewa/Solopos)

Solopos.com, SOLO – Insiatif Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Solo membangun dan meresmikan status kelurahan sadar kerukunan pada tahun ini sangat layak mendapat apresiasi.

Kelurahan sadar kerukunan itu akan dibangun dan diresmikan di 54 kelurahan di Kota Solo atau di seluruh wilayah Kota Solo. Perlu dukungan penuh dari semua pihak agar program FKUB Kota Solo ini bisa terwujud dan berkelanjutan pada kemudian hari.

Promosi Ongen Saknosiwi dan Tibo Monabesa, Dua Emas yang Telat Berkilau

Program ini dibuat dan direalisasikan agar bisa memberdayakan masyarakat di kelurahan, lebih meningkatkan taraf ekonomi masyarakat kelurahan di Kota Solo.

Ketua FKUB Kota Solo M. Mashuri menyatakan basis program itu adalah pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kearifan lokal atau local wisdom, dan wisata religi.

Dengan basis seperti itu sadar kerukunan tentu tidak melulu urusan toleransi antarumat beragama, namun kesadaran di masyarakat juga dibangun dengan pemberdayaan masyarakat kelurahan, terutama yang bergerak di ekonomi kerakyatan dan wisata religi.

Harapan yang mengemuka dari program kelurahan sadar kerukunan adalah menyeimbangkan antara toleransi dan perekonomian di tingkat masyarakat kelurahan. Toleransi yang kuat seharusnya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat kelurahan di akar rumput.

FKUB Kota Solo meyakini untuk menjaga toleransi dan kerukunan masyarakat Kota Solo tidak hanya cukup ketika para pemuka agama berceramah tentang agama dan kerukunan umat beragama.

Akidah atau keyakinan yang kuat tanpa diimbangi ekonomi yang kukuh akan memudahkan warga melakukan tindakan intoleran dan radikal ekstrem. Dengan dasar seperti itu, munculnya program kelurahan sadar kerukunan itu bisa memberikan pencerahan dan harapan.

Pencerahan dan harapan bahwa masyarakat bisa lebih berdaya di bidang ekonomi tanpa terganggu akidah mereka yang bisa memunculkan bibit-bibit intoleransi maupun radikalisme ekstrem.

Dengan penguatan di bidang ekonomi umat, seperti harapan FKUB Kota Solo itu, potensi masyarakat melakukan tindak kejahatan maupun intoleransi bisa direduksi atau bahkan dihilangkan sehingga kerukunan tercipta dari lingkup keluarga hingga di tingkat kelurahan.

Program menarik ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Dalam beberapa kesempatan, anggaran yang diperoleh FKUB Kota Solo melalui APBD Kota Solo sangat minim dan tidak memungkinkan untuk menggelar program atau kegiatan dalam rangka menjaga kerukunan umat beragama di Kota  Solo.

Dukungan dari semua pihak, termasuk dari swasta melalui dana corporate social responsibility (CSR), sangat mendukung pewujudan program kelurahan sadar kerukunan. Dukungan untuk pemberdayaan masyarakat kelurahan agar perekonomian warga meningkat bisa menjadi celah untuk membelanjakan dana CSR tersebut.

Pemerintah Kota Solo bisa berkolaborasi dalam memberikan dukungan kepada kelurahan sehingga bersinergi dalam menguatkan program FKUB Kota Solo itu. Dukungan dari masyarakat juga sangat penting.

Tanpa ada dukungan dari warga kelurahan perumusan dan pewujudan program kelurahan sadar kerukunan akan sia-sia. Sinergi dari seluruh stakeholders atau pemangku kepentingan akan sangat membantu menyukseskan program kelurahan sadar kerukunan.

(Esai ini terbit di Harian Solopos edisi 11 Mei 2024. Penulis adalah Manajer Konten Solopos Media Group)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya